berita seputar pendidikan
Komitmen Samsung Tingkatkan Pendidikan Berbasis Teknologi di Biak
17 Oct 2018
berita seputar pendidikan
British Council dan HSBC Dukung RI Kembangkan Kapasitas Lulusan SMK
17 Oct 2018
berita seputar pendidikan
Demi Persaingan Global, Indonesia Perbaiki Standar Kualitas Pendidikan
17 Oct 2018
Latest News
berita seputar pendidikan

Komitmen Samsung Tingkatkan Pendidikan Berbasis Teknologi di Biak

Liputan6.com, Biak - Dalam dunia pendidikan, teknologi memang menjadi sebuah keharusan agar kualitas pendidikan anak di Indonesia, khususnya di daerah terpencil bisa lebih baik dan semakin maju. 

Sebagai bentuk komitmen untuk berkontribusi pada pendidikan di Indonesia, Samsung Electronics Indonesia membuat program kepedulian untuk kemajuan dunia pendidikan dengan meresmikan Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (SD YPK) di Biak, Papua. 

Program bertema ‘Edukasi Awal Inspirasi’ tersebut menjadi sebuah inisiasi Samsung kepada para guru dan murid yang mengoptimalkan teknologi untuk memberikan pengalaman belajar mengajar yang lebih inovatif, kreatif, menarik dan menyenangkan.

Kang Hyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia memaparkan bahwa teknologi digital bisa meningkatkan efektifitas kegiatan belajar karena dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik dan mendorong keingintahuan siswa. 

“Kita tidak bisa melupakan teknologi. Anak-anak harus mengerti dan mengembangkan teknologi di masa depan. Kita juga lebih perhatian untuk membantu mereka, agar anak-anak berkembang dengan adanya teknologi,” kata Lee saat memberi sambutan peresmian SSLC di SD YPK Waupnour, Biak, Papua, Kamis (4/10/2018).

 

berita seputar pendidikan

British Council dan HSBC Dukung RI Kembangkan Kapasitas Lulusan SMK

Liputan6.com, Jakarta - British Council Indonesia Foundation dan PT Bank HSBC Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang siap kerja melalui program Work Ready yang diresmikan Selasa 26 September 2018.

Melalui pelatihan Core Skills, guru diberikan penguatan pemahaman dan kemampuan mengintegrasikan berbagai keterampilan seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah; komunikasi dan kolaborasi; kreativitas dan imajinasi; kepemimpinan dan pengembangan diri; literasi digital; dan kewarganegaraan dalam proses belajar mengajar. Di samping itu, siswa akan mengembangkan keterampilan-keterampilan inti tersebut melalui rangkaian lokakarya dan proyek individu maupun kelompok.

"Melalui British Council Indonesia Foundation, kami berkomitmen untuk ikut serta mengembangkan potensi pendidikan Indonesia. Program Work Ready merupakan upaya nyata kami dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan siap bersaing. Kami merasa bangga dapat bekerja sama kembali dengan PT Bank HSBC Indonesia karena didasari oleh cita – cita yang kami miliki bersama untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih kompeten dan mampu bersaing di masyarakat global melalui program ini," kata Direktur British Council Indonesia, Paul Smith, di Jakarta, Rabu 26 September 2018, seperti dikutip dari rilis resmi yang dimuat Liputan6.com, Kamis (27/9/2018).

Sementara, Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia Nuni Sutyoko mengatakan, "Salah satu pilar utama keberlanjutan di HSBC adalah pertimbangan sosial dalam membangun bisnis jangka panjang. Salah satu elemen utama dalam berkontribusi bagi perkembangan sosial adalah dengan membangun Keterampilan masa depan, atau yang kami sebut dengan Future Skills. Kami PUBLIC percaya hal ini adalah salah satu faktor utama dalam membangun aset suatu bangsa. Karenanya kami bekerja sama dengan British Council untuk memastikan kami turut berperan dalam memupuk SDM Indonesia yang cakap untuk saat ini dan di masa yang akan datang."

Dalam peluncuran program Work Ready, juga diadakan forum diskusi pendidikan bertajuk "Pembelajaran Keterampilan Inti dalam Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Kejuruan."

Forum ini diisi oleh panelis dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, British Council Indonesia Foundation, PT Bank HSBC Indonesia, serta para aktivis pendidikan, yang secara interaktif berdiskusi dengan parapeserta tentang berbagai tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam mempersiapkan lulusan siap kerja dan bagaimana keterampilan inti yang ada dalam program Work Ready dapat membantu guru dan manajer sekolah meningkatkan daya saing peserta didik mereka yang sejalan dengan tujuan Kurikulum 2013.

Program Work Ready mendapat dukungan penuh dan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk melibatkan sepuluh SMK mitra terpilih yang meliputi SMKN 13 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 24 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 36 Jakarta, SMKN 56Jakarta, SMKN 57 Jakarta, SMK Perguruan Cikini, dan SMK Islam PB Soedirman 2.

Total 20 manajer sekolah, 100 guru, dan 100 siswa dari kesepuluh sekolah tersebut akan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program, di luar dari pelatihan guru umum yang akan dilaksanakan untuk menjangkau setidaknya 300 guru SMK lainnya.


 

 

berita seputar pendidikan

Demi Persaingan Global, Indonesia Perbaiki Standar Kualitas Pendidikan

Liputan6.com, Jakarta - Para stakeholder utama di sektor edukasi Indonesia hari ini berkumpul bersama pada acara pembukaan GESS Indonesia 2018, di mana acara ini mengekspresikan optimisme dalam melihat prospek gemilang sistem pendidikan Tanah Air di masa depan.

Ananto Kusuma Seta selaku Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Syaefuloh Hidayat, Kepala Bidang SMP SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta; Matt Harris, Konsultan Pendidikan Internasional; serta Nino Gruettke, CEO Tarsus Indonesia menghadiri acara pembukaan ini.

Ananto mengapresiasi acara ini yang mana dipandang relevan dengan program-program pembaruan pendidikan di Indonesia, revitalisasi, serta transformasi.

"Pendidikan harus menjawab kebutuhan baru di industri dan pekerjaan. Pendidikan harus mampu membentuk kreativitas, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan pemecahan masalah dalam ruang lingkup guru dan murid kita, yang mana bisa mereka dapatkan lebih di GESS Indonesia," katanya, seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Liputan6.com

Syaefuloh juga mengapresiasi inisiatif dari GESS Indonesia yang menyediakan platform strategis dalam mengangkat standar kualitas pendidikan di Indonesia.

"Acara ini menawarkan banyak sekali kemajuan-kemajuan baru dalam lingkup edukasi dan teknologi yang akan mendukung kemajuan proses belajar-mengajar di Indonesia," kata Syaefuloh.

Sementara itu, Matt Harris selaku Konsultan Pendidikan Internasional, yang berbicara bersama dengan Rico Tan, Technology Director of Children’s Day School di San Fransisco, Amerika, menggarisbawahi tentang hal apa dari teknologi yang bisa diadopsi dalam proses belajar-mengajar, bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung kegiatan pembelajaran, serta peran kunci para guru dalam mengontrol penggunaan teknologi dan pembentukkan keahlian dan pengetahuan pada siswa-siswinya.

Dia mengatakan, "Penggunaan teknologi dapat berhasil jika hal tersebut menciptakan keahlian dan meningkatkan pengetahuan pada muridnya," jelas Matt Haris.

Sri Shartini, seorang guru dari Jakarta Utara mengatakan bahwa penggunaan teknologi saat ini belum secara optimal dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia.

"Saya berharap bisa mendapatkan pengetahuan dari para para ahli pada acara GESS Indonesia ini dan bisa dipakai dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga dapat membantu murid-murid menjadi lebih baik."

Dilaksanakan di Jakarta Convention Centre, GESS Indonesia akan berlangsung hingga tanggal 28 September 2018 dengan lebih dari 100 workshop dan sesi yang diadakan untuk berbagi pengetahuan terhadap praktik-praktk terbaik paling baru pada pengembangan edukasi, teknik belajar mengajar baru serta peningkatan program kepemimpinan dengan pengajaran profesional dari seluruh Indonesia dan negara-negara tetangga yang hadir pada acara edukasi terbesar di Asia Tenggara.

Syiaful Annuar Alias, Network Engineer & IT Manager, Vientiane International School, Laos, akan berbicara mengenai bagaimana mempersiapkan infrastruktur yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas mengajar dan membantu performa kerja.

Big Data in Education oleh Chusmina SM, Pengajar dari ASM BSI Jakarta akan memberikan insight mengenai bagaimana data dapat digunakan untuk memungkinkan sekolah serta para guru untuk mewujudkan pengalaman belajar bagi murid untuk meraih performa belajar yang lebih baik.

Craig Hansen, Renowned Transformational Technologist yang merupakan bagian dari organisasi personal growth terdepan di dunia memberikan para peserta gambaran mendalam bagaimana perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia membentuk budaya performa tinggi yang bertujuan untuk memperkuat sekolah-sekolah di Indonesia untuk bisa berkompetisi secara global.

 

berita seputar pendidikan

Mimpi Anak-Anak Suku Laut Pulau Mensemut di Lingga Punya Sekolah

Lingga - Berada jauh dari pusat desa, kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pulau yang ada di Lingga, masih memprihatinkan. Seperti halnya dengan bangunan Sekolah Dasar (SD) di Pulau Mensemut, Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

Di pulau yang dihuni warga suku laut asli tersebut, hanya berdiri bangunan sederhana yang difungsikan sebagai kelas. Bangunan sederhana berdinding kajang yang terbuat dari daun nipah dan dianyam itu kini jauh dari pantauan aparat pemerintah. 

Sekolah berlantaikan tanah dan beratapkan daun rumbia awalnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat karena peduli terhadap pendidikan anak mereka.

Namun, sayangnya kini bangunan yang menjadi tempat generasi muda penerus bangsa itu menuntut ilmu, ambruk tertimpa pohon hingga hancur. Bangunan itu tidak bisa dijadikan sebagai tempat belajar lagi.

"Anak-anak suku laut di sana (Mensemut) mau sekolah dan belajar. Tapi mengingat sekolah induk yang berada di desa Penaah sangat jauh kalau untuk anak-anak itu berulang, makanya orangtua dan warga di situ punya inisiatif untuk membangun sekolah dengan swadaya," kata salah seorang aktivis suku laut Lingga, Densy Diaz kepada Batamnews.co.id, Rabu (26/9/2018).

Dia menjelaskan, ambruknya bangunan sederhana yang berdiri di atas pulau kecil di tengah laut lepas itu terjadi tepat pada 17 Agustus lalu. Kondisi itu pun sudah dilaporkan kepada kepala dusun setempat, tetapi belum ada respon.

"Anak-anak sekarang belajar sementara di bangunan musala. Saya dapat infonya dari istri ketua RT setempat. Saya juga kaget, kenapa baru sekarang dikasih tahu, ternyata mereka ini masih menunggu inisiatif dari desa," ujarnya.

Sementara itu, ia meminta Kepala SDN 022 Senayang tidak tinggal diam terkait permasalahan tersebut. Jangan sampai ada kesan pembiaran yang dilakukan terhadap bangunan tempat anak-anak menuntut ilmu itu.

"Saya sangat menyayangkan permasalahan ini," ucapnya.

Dengan demikian, ia berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga dapat segera mengambil langkah terkait kondisi bangunan SDN 022 Senayang kelas jauh itu bisa dimanfaatkan anak-anak suku laut asli menuntut ilmu.